Asia Setelah Uni Soviet – Diplomat

Asia Setelah Uni Soviet – Diplomat

Majalah

Lima mumpuni menjelajahi peninggalan Uni Soviet bersama akibat keruntuhannya pada Cina, India, Jepang, Korea, bersama Vietnam.

Seorang penolong komunis Rusia mempunyai panji-panji Uni Soviet waktu dia bergerak buat mengunjungi Mausoleum penaja Soviet Vladimir Lenin buat membubuhi cap hari jadi ke-151 kelahirannya, pada Moskow, Rusia, Kamis, 22 April 2021.

Kredit: Foto AP/Pavel Golovkin

Meskipun coretan terkandung suah berkacak pada paldu (lurus) semenjak runtuhnya Tembok Berlin ala tarikh 1989, runtuhnya Uni Soviet gres diresmikan ala rembulan Desember 1991 menjalani Kesepakatan Belavezha, yg memublikasikan bahwa “Uni Soviet, selaku topik peraturan mondial bersama realitas geopolitik, terhenti keberadaannya.” Dengan itu, Uni Soviet kagak berkacak berulang bersama Perang Dingin suah habis, menawarkan wahid roh terbesar yg mengampanyekan kesimpulan kebijaksanaan pendatang distrik pada sarwa rat.

Untuk membubuhi cap teguran 30 tarikh runtuhnya Uni Soviet, The Diplomat suah menggabungkan lima mumpuni buat menjelajahi peninggalan Uni Soviet bersama akibat keruntuhannya pada Cina, India, Jepang, Korea, bersama Vietnam. Apakah konco maupun bandingan Uni Soviet, sendiri-sendiri jajahan ini menghadapi renovasi perdagangan, ketatanegaraan, bersama diplomatik superior mereka perorangan ala tahun-tahun sehabis Uni Soviet dibubarkan. Dengan jalan yg nyata bersama subtil, peninggalan Soviet konsisten relevan pada sarwa Asia.

Dengan sokongan mulai:

  • Kawashima Shin, seorang guru besar pada Universitas Tokyo yg berspesialisasi lubuk pinggan babad diplomatik Tiongkok mutakhir.
  • Swapna Kona Nayudu, rekanan pada Harvard University Asia Center bersama rekanan pada Institut Riset Asia Universitas Nasional Singapura.
  • James DJ Brown, seorang guru besar Ilmu Politik pada Universitas Temple, Kampus Jepang.
  • Se Young Jang, asisten guru besar Studi Korea pada Universitas Leiden pada Belanda.
  • Khang Vu, seorang mahasiswa doktoral pada Departemen Ilmu Politik pada Boston College.
Blog