Bagaimana Perubahan Iklim Menghancurkan Seni Batu Kuno Indonesia

Bagaimana Perubahan Iklim Menghancurkan Seni Batu Kuno Indonesia

AsianScientist (18 Mei 2021) – Dampak merisaukan transformasi lingkungan bukan sekadar terhad ala dunia. Seperti yg ditemukan getah perca akademikus, transformasi lingkungan saja becus menjahanamkan harta pikiran kita — memburu-buru reduksi separo kecakapan padas membelokkan prolog pada butala yg ditemukan pada Asia. Studi ini dipublikasikan pada Laporan Ilmiah.

Gua Lascaux Prancis suah memperoleh reputasi pada segenap butala oleh gambar fauna prasejarah pada dindingnya, kecakapan antik seroman itu bukan terhad pada Eropa barat. Baru Januari lantas, getah perca arkeolog mencium gambar gorong-gorong dabat tertua pada butala — nangui ketuat Sulawesi seukuran khalayak yg dibuat sekeliling 44.000 warsa yg lantas — pada gorong-gorong kerakal gamping pada tanah Sulawesi, Indonesia. Area yg seiring saja menadahi stensil lengan tertua pada butala, yg diperkirakan berumur paling sedikit 39.900 warsa.

Terlepas bermula harta pikiran tropis Asia yg berharta, getah perca aktivis harta setempat menambah ketelitian — bersama ulasan kisah mereka yg menampakkan akselerasi vandalisme kecakapan padas prominen pada Indonesia lombong separo dasawarsa final. Namun, pertimbangan pada pulang kebobrokan ini lagi belum nyata.

Untuk mengerti kemampuan pembawa akselerasi reduksi kecakapan padas, delegasi semesta bermula Indonesia maka Australia menafahus 11 kedudukan kecakapan gorong-gorong pada Maros-Pangkep, Sulawesi. Secara unik, mereka menelaah belahan kerakal yg tiba tersungkap bermula bidang gorong-gorong.

Pelaku yg menyentak? Garam. Di lombong belahan kerakal, penggubah mencium kalsium sulfat, sodium klorida (sira kenap), bersama sulfur, unsur ijmal bermula separo sira, pada 11 kedudukan. Garam seroman itu diketahui becus menata silika ala bidang batuan, yg becus menyulut batuan tercatat berkeping-keping.

Lebih memperburuk penjadian silika sira ialah realitas bahwa kerja kecakapan berpengaruh pada luhak yg membelokkan bergelora atmosfernya pada butala. Dikenal demi daerah monsun Australasia, bulatan tercatat merasakan transformasi hawa maka kelengasan iteratif susukan yg disebabkan sama abad tumpah hujan gerimis maka kekeringan musiman yg bergiliran. Perubahan hawa yg stabil ini menciptakan konteks arketipe menurut penghabluran sira — maka ala gilirannya, reduksi kecakapan padas.

Dengan transformasi lingkungan yg disebabkan sama khalayak yg mengatur peristiwa hawa ekstrim sebagai kian acap maka akut, kecakapan gorong-gorong antik Indonesia luar biasa peka tentang promosi penghabluran sira. Oleh oleh itu, diperlukan kuasa kontrol maka penjagaan paser tinggi menurut menguasai kecakapan padas tua khususnya pada bulatan tropis.

“Seni padas Maros-Pangkep membutuhkan kontrol maka kuasa penjagaan yg sebabat bersama yg dilakukan semasih separo dasawarsa pada Eropa. Seni gorong-gorong yg luar biasa sampai umur pada Indonesia terwalak pada lombong dunia tropis yg bergelora yg membuatnya luar biasa peka tentang buntut menggerecoki bermula transformasi lingkungan, menokok urgensi khas menurut undangan ini menurut pemeriksaan kian berumur, ”getah perca penggubah menalikan.

Artikel tercatat becus ditemukan pada: Huntley et al. (2021) Pengaruh transformasi lingkungan ala kecakapan padas Pleistosen pada Sulawesi.

———

Hak Cipta: Majalah Ilmuwan Asia; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini bukan merefleksikan visi AsianScientist alias stafnya.

Blog