BioNTech Menetapkan Pemandangannya Di Singapura

BioNTech Menetapkan Pemandangannya Di Singapura

AsianScientist (11 Mei 2021) – Singapura mau kunjung sebagai rompok penggal pos bulat BioNTech dekat Asia Tenggara bersama keluasan manufaktur messenger RNA (mRNA), kongsi bioteknologi Jerman memublikasikan kemarin dulu. Dengan gendongan sejak Dewan Pembangunan Ekonomi Republik (EDB), posisi ini mau menguatkan penerapan buru-buru vaksin serta obat-obatan berbasis mRNA — mengisi keperluan medis dekat segenap Asia serta adam.

Bekerja setara plus kongsi farmasi Pfizer, BioNTech sebagai beken warsa lewat gara-gara membabarkan lupa mono- vaksin COVID-19 start yg diizinkan buat penerapan panas. Selain AS serta Inggris, Singapura terkira zona perdana yg mengasese vaksin tertulis, yg bermuatan ajaran mRNA buat mereka cipta zat putih telur virus serta mengakibatkan respons ketahanan badan mengenai virus corona.

Meskipun vaksin yakni kesempatan istimewa berarti melucutkan penyiaran COVID-19, lagi tertumbuk pandangan aral sekitar pengedaran serta aksesnya. Dengan mengerjakan isi penerapan dekat korong ini, BioNTech beres buat menaikkan keahlian Asia Tenggara berarti merespon plus buru-buru setiap bahaya hawar dekat periode ambang.

“Dengan keluasan penerapan mRNA yg direncanakan ini, saya mau menaikkan isi polikel saya selaku totalitas serta memperluas keahlian saya buat mereka cipta serta mengapalkan vaksin serta penyembuhan mRNA saya untuk orang-orang dekat segenap adam,” tutur Dr. Ugur Sahin, CEO serta lupa mono- pengasas BioNTech.

Dipersenjatai plus manufaktur kontemporer serta prasarana digital, keluasan ini mau mengusulkan keahlian penerapan mRNA punca ke punca mekanis. Selain ijab vaksin COVID-19, BioNTech pula mempunyai jurai kreasi mRNA buat menumpas heterogen tumor ganas, terkira imunoterapi gemi bea yg dipersonalisasi buat setiap anak obat serta mutu daging tumbuh. Mengingat keserbagunaan teknologi berbasis mRNA, vaksin buat kelainan menurun parak sepantun influenza serta tuberkulosis pula masih dikerjakan.

Setelah berpraktik sebu ala warsa 2023, letak penerapan BioNTech diperkirakan mau mereka cipta sebagian dupa juta sukatan vaksin setiap warsa. Sedangkan instansi jajahan menggariskan dibuka menyimpangkan buru-buru warsa ini.

“Investasi ini mau menguatkan Singapura buat membabarkan daya berarti modalitas terapeutik kontemporer yg mendesak selaku keratin sejak program buat mengoptimalkan pabrik biofarmasi saya,” tutur Ketua EDB Dr. Beh Swan Gin. “Secara utama, keluasan manufaktur mRNA BioNTech mau berkontribusi selaku bermakna ala keahlian korong ini buat menandingi bahaya hawar dekat periode ambang.”

———

Sumber: BioNTech; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini enggak merepresentasikan pendirian AsianScientist maupun stafnya.

Blog