Dalam Pengujian COVID-19, Mempercepat Sensitivitas

Dalam Pengujian COVID-19, Mempercepat Sensitivitas

AsianScientist (10 Agustus 2021) – Dalam situasi meminimalkan kontaminasi COVID-19, ternyata total percobaan mudah-mudahan bertambah mendesak ketimbang sensibilitas tentamen yg digunakan. Temuan ini disajikan lubuk pinggan Biologi Komputasi PLOS.

Sementara vaksinasi mudah-mudahan masih diluncurkan dalam semesta globe, munculnya versi sudah mempersulit pencegahan diseminasi COVID-19. Pada zaman penyalinan, India sudah menerangkan sekeliling 32 juta persoalan, tambah total ini sekerat dominan didorong sama versi Delta yg payah sepele menurun.

Dengan kisah lucu pengiriman versi Delta cuma bermula persinggungan sejenang, percobaan ajek mendesak lubuk pinggan mengenali perseorangan yg kagak paham terkena COVID-19. Di India, rangkap tentamen sempurna digunakan menurut menjumpai SARS-CoV-2: tentamen akibat ikatan polimerase reverse-transkriptase (RT-PCR) penunjang aurum dengan tentamen antigen segera yg bertambah segera, namun sedikit responsif.

Meskipun adicita usang membuktikan bahwa ancangan semua-RT-PCR ala keputusannya bakal menuju ala kontaminasi keutuhan yg bertambah sekelumit, imbalan dengan perputarannya yg pelik mendatangkan kekangan menurut mengangkat. Oleh berkat itu, siap hajat menurut mengenali sintesis percobaan yg langsung yg diperlukan menurut menumbuhkan rakitan sembari menerka sandungan imbalan.

Untuk bereaksi perbincangan ini, satuan kerja bermula Ashoka University dengan National Center for Biological Sciences – Tata Institute of Fundamental Research memanfaatkan gaya komputasi yg digunakan menurut melancarkan imitasi atas macam mana COVID-19 menghambur dalam rumpang satu warga, tambah koalisi tentamen yg berselisih dengan pengabdian perdagangan rumpang mereka.

Dengan menerka pergerakan jiwa dalam rumpang posisi yg berselisih, mereka mengestimasi total jumlah kontaminasi yg bakal berlangsung ala konklusi taun dalam lantai setiap skrip.

Analisis mereka mencetuskan bahwa cuma memanfaatkan tentamen antigen segera pandai mendatangi rakitan epidemiologis yg sejenis tambah ancangan all-RT-PCR lubuk pinggan situasi merampingkan total kulminasi yg terkena dengan jumlah yg terkena ala konklusi pandemi, namun cuma kalau-kalau total jiwa diuji sempurna jangkung.

Ini menampakkan bahwa penguasa dalam negara-negara berpenghasilan kecil dengan sedang mudah-mudahan pandai mendatangi rakitan yg ideal tambah berkonsentrasi ala promosi percobaan memanfaatkan tentamen yg bertambah gampang dengan sedikit responsif yg mempersembahkan rakitan sertamerta, ketimbang menolong RT-PCR.

Namun, penguasa perlu segera menyigi sintesis tentamen yg berselisih yg bakal memanifestasikan penyusutan terbesar lubuk pinggan total persoalan. Mengingat bahwa demosi imbalan percobaan, sintesis ini lagi pandai dikalibrasi tukas selaku terkonsolidasi tambah memikirkan barang apa yg mengelokkan merembes angan selaku hemat.

“Tes segera menumpuk, dengan pengorbanannya menolong percobaan segera, justru kalau-kalau itu sedikit responsif,” tegas kawan pengarang belajar Profesor Gautam Menon bermula Universitas Ashoka. “Memodelkan produk bermula pemakaian koalisi tentamen yg berselisih, tambah memikirkan imbalan relatifnya, pandai mengusulkan transformasi kebijaksanaan partikular yg bakal menyandang produk kasar ala transformasi jalur pandemi.”

Artikel tertera pandai ditemukan dalam: Cherian et al. (2021) Mengoptimalkan Pengujian menurut COVID-19 dalam India.

———

Sumber: PLOS; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini kagak merepresentasikan wawasan AsianScientist alias stafnya.

Blog