Dari Mata Seorang Anak: Peluncuran Kisah Coronavirus Saya

Dari Mata Seorang Anak: Peluncuran Kisah Coronavirus Saya

AsianScientist (13 Desember 2021) – Di sentral penguncian beserta penghentian madrasah yg disebabkan sama epidemi, Majalah Ilmuwan Asia‘S Merayakan Pahlawan Kesehatan Kita pertandingan kompetensi prolog tarikh ini menyodorkan anak-anak Singapura objek bakal dilakukan: memanifestasikan perasaan mereka bagi COVID-19 beserta menyuratkan melalui dapat kurnia mereka menjelang karet pengawal hadapan menempuh kompetensi.

Kini, nukilan mereka pernah diabadikan tinggi jurnal pelerai demam Kisah Coronavirus abdi, ditulis sama Direktur Eksekutif Pusat Nasional bakal Penyakit Menular (NCID) Profesor Leo Yee Sin. Buku termaktub diluncurkan musim ini sama Menteri Kesehatan Ong Ye Kung dekat Perpustakaan Daerah Woodlands.

Pada peluncuran termaktub, Direktur Eksekutif NCID Profesor Leo Yee Sin beserta Menteri Ong Ye Kung bergilir-gilir menemukan Kisah Coronavirusku dekat bagi teater bakal saksi refleks beserta maya.

Ditujukan bakal pembaca jejaka berumur catur batas 12 tarikh, jurnal paparan ini merinci kepergian epidemi COVID-19 per indra penglihat seorang pelerai demam alit beserta menyodorkan penakziman menjelang andil minus intensi per alat kebugaran dekat calar hadapan dekat sejauh jalan layang.

“Saya melongok sebagai refleks segalanya artinya berpengaruh dekat calar hadapan tinggi menggebok COVID-19 beserta abdi terinspirasi bakal menginterpretasikan tilik abdi ke tinggi prospek golongan jejaka—bakal mengasosiasikan virus bersama sifat yg primitif, memvisualkan macam mana virus itu mengajak kesibukan mereka beserta menumpu mereka. mereka melongok jalan layang ke hadapan,” madah Leo.

Diterbitkan sama Wildtype Media Group, bersama penaja per lembaga cinta kasih Indonesia Tanoto Foundation, jurnal ini memuat 21 gambar yg dikuratori per pertandingan yg menyuratkan konsepsi prinsipil ganal kebersihan perseorangan, vaksinasi, beserta memikul elakan kemasyarakatan tinggi perlawanan Singapura menandingi virus corona.

CEO beserta penegak Wildtype Media Group Dr. Juliana Chan beserta Menteri Ong Ye Kung mempelajari lema pertandingan kompetensi ala peluncuran jurnal.

Profesor Benjamin Seet, Deputy Group CEO of Education and Research dekat National Healthcare Group (NHG), berbagi bahwa dirinya beserta sesama hakim pertandingan kompetensi merasa bahwa mereka layak mengamalkan makin lebat bersama nukilan kompetensi dari belaka memajangnya.

“Meskipun agaknya primitif, [the artworks] kenyataannya mengantarkan sensasi beserta pantauan anak-anak jejaka yg tertimpa konsekuensi epidemi ini, sebanding ganal kita sarwa dekat sini,” jelasnya.

“Dengan jurnal ini, beta menguatkan bunyi mereka bersama hajat pandai menginspirasi anak-anak dekat mana terus-menerus bakal melagukan karakter mereka tinggi mencegah COVID-19,” ganduh Dr. Juliana Chan, CEO beserta penegak Wildtype Media Group.

Menurut Chan, Kisah Coronavirusku serupa pandai menyala demi sendang kapasitas pembelajaran yg mustahak penting yg pandai menasihati anak-anak berkenaan raut buana masa ini. Sekitar 1.000 helai jurnal pernah dicetak beserta kini tersuguh dekat taman bacaan global Dewan Perpustakaan Nasional beserta madrasah pegangan terpilih dekat sekujur Singapura.

“Kita layak tabu bahwa menempuh epidemi ini ialah jalan rakyat,” menyudahi Ong masa peluncuran. “Inilah yg diwakili jurnal ini: energi jemaah itu. Buku ini serupa menyulih hajat beta menjelang anak-anak beta, bahwa beta bakal mengungguli ini beserta mereka bakal memegang peluang hadapan yg marak.”

———

Hak Cipta: Majalah Asian Scientist.
Penafian: Artikel ini bukan membayangkan pantauan AsianScientist ataupun stafnya.

Blog