Estafet Obor Olimpiade Jepang Di Bawah Ancaman Rebound COVID-19 – The Diplomat

Estafet Obor Olimpiade Jepang Di Bawah Ancaman Rebound COVID-19 – The Diplomat

Dalam file salindia 25 Maret 2021 ini, periuk pesta visibel menyala ala musim perdana beranting ketaya Olimpiade Tokyo 2020 pada Naraha, prefektur Fukushima, timur bahar Jepang.

Kredit: Kim Kyung-Hoon / Foto Pool melalui AP

Dengan terbatas mulai catur candra sebelum mukadimah Olimpiade maka Paralimpiade Tokyo yg tertunda, beranting ketaya yg suah periode ditunggu-tunggu pada serata Jepang berisiko dibayangi sama kenaikan ekspres kontaminasi virus corona.

Akhir candra lantas, penguasa Jepang mencabut kejadian sempit waktu COVID-19 heksa minggu menjelang peluncuran beranting ketaya Olimpiade lokal yg dimulai pada prefektur Fukushima. Estafet ketaya dimaksudkan menjelang menandakan pertumbuhan maka menambah kepuasan khalayak, maka sayap berkuasa berniat angsal menentukan khalayak bahwa embuk metropolis bakir menyelenggarakan Olimpiade sama rukun. Namun, Jepang bersedia-sedia menjelang “riak keempat” kontaminasi COVID-19 yg bakal turun, maka siap kepanikan bab apakah kejuaraan angsal dilakukan sama rukun.

Jumlah masalah virus corona pada Tokyo suah melampaui 400 sepanjang catur musim berenteng-renteng. Tokyo menulis 440 masalah surat kabar ala musim Jumat maka 475 masalah ala Kamis, terjumlah pengindraan versi virus ala 69 jiwa. Osaka saja mengungkapkan tanda-tanda lonjakan yg bangat, mengkonfirmasikan makin mulai 600 masalah surat kabar segar menjelang perdana kalinya dari 16 Januari. Osaka diperkirakan bakal cepat melewati klimaks sebelumnya merupakan 654 masalah, yg dicapai ala 8 Januari.

Estafet ketaya Olimpiade bakal mencaplok segala 47 prefektur sepanjang 121 musim. Ini dijadwalkan menjelang Osaka ala 14 April, lamun sayap berkuasa berencana menjelang menggugurkan pusaran beranting Osaka menjelang mencegah kelompok gembung berkampung. Gubernur Osaka mengkonfirmasi riak keempat yg merapat maka lonjakan kontaminasi yg didapat mulai populasi. Sementara itu, prefektur Miyagi maka Yamagata mengutarakan kejadian sempit waktu mereka singular maka kota-kota regional yg menyelenggarakan beranting bersedia-sedia menghadang kenaikan kontaminasi yg bakal cepat terlaksana. Otoritas setempat menyebarluaskan pemberlakuan penyekatan virus korona sepanjang sebulan pada Osaka maka mukim sekitarnya tiba 5 April, yg mencaplok penalti mengenai restoran yg bukan mempercepat arloji kegiatan.

Berakhirnya kejadian sempit waktu saja bertumbukan sama tahun puspa sakura Jepang yg dirayakan maka pakansi Minggu Emas yg semakin mepet. Para saudara menonjolkan bahwa perayaan pirsa puspa sakura yg marak dikombinasikan sama beranting ketaya sama dengan larutan rusuh yg angsal berkontribusi ala dentuman masalah COVID-19.

Di Tokyo metropolis, visibel kenaikan hilir mudik pejalan penumpu pada halte sepur ulung maka blok senter metropolis. Taman dipadati sama berkelah ikatan, maka sekalipun akal budi masker terpancang mencangkung berbobot kesibukan sehari-hari, masker bukan tusukan menjelang jiwa kaya yg berbalas-balasan pundak memikul.

Gubernur Tokyo Koike Yuriko menegur bahwa darurat virus korona pada Tokyo belum mampu dikendalikan maka menyorong warga boleh jadi bukan berpuas pribadi. Dalam tenaga menjelang mendaratkan kontaminasi, penguasa metropolis menganjurkan tunjangan surat kabar sejumlah $ 360 terhadap restoran yg mempercepat arloji operasional selaku kap ala getok 9 senja maka memangkal melayankan alkohol ala getok 8 senja.

Perdana Menteri Suga Yoshihide mensuport berakhirnya kejadian sempit waktu terkandung, sama dalil bahwa keletihan ganjaran virus korona suah terlaksana. Ketika ditanyai sama sayap antagonisme, dirinya menggambarkan bahwa dirinya percaya bahwa kegiatan pencegahan yg terik bakal genap menjelang mencegah kesadaran pulang.

Ketika kejadian sempit waktu nyaris rusak, kontaminasi virus korona surat kabar pada Tokyo maka Osaka telah menyusun. Meskipun kontaminasi surat kabar turun mulai 7.863 masalah segar ala 8 Januari, tempo manifesto sempit waktu dimulai, selaku 1.106 masalah ala 21 Maret, siap catatan bahwa kejadian sempit waktu dicabut sebelum waktunya. Asosiasi Medis Jepang mempunyai gengsi yg setanding maka mengutarakan bahwa sesudah riak keempat berlayar laju, prerogatif penguasa perlu mempublikasikan pulang kejadian sempit waktu.

Kecil kebolehjadian kontaminasi virus corona angsal dicegah sebaik-baiknya pada kejuaraan universal gembung seolah-olah Olimpiade. Meskipun koran tip formal Olimpiade yg mengandung konvensi langkah kemasyarakatan yg terik bakal ada alokasi segala penyelenggara keperluan, bukan adanya karantina maka vaksin harus angsal mengalihkan Olimpiade selaku hotspot virus. Desa Olimpiade dirancang sedemikian roman muka sehingga memerosokkan pemaduan awak maka sama 60.000 olahragawan, instruktur, anak buah penghubung, maka pekerja mulai 200 provinsi berkampung pada Tokyo, bukan tegas seberapa terik konvensi pencegahan virus corona angsal dipantau. Hal ini angsal menyulut strain mutan segar tumbuh. Peluncuran vaksinasi yg kasep pada Jepang saja angsal menyulut vaksin bukan tokcer memapak versi virus korona.

Pemerintah bercita-cita menjelang selaku pemilik pejabat Olimpiade lamun penghampiran “nanti maka sela” -nya tiba berkurang pada lapangan rakyat kasar. Ketika keresahan khalayak menyusun buat lonjakan lancip kontaminasi, skrip terburuknya sama dengan Tokyo memasang Olimpiade berbobot kejadian sempit waktu.

Blog