Menambang Mikroalga Untuk Mengurangi Emisi Karbon

Menambang Mikroalga Untuk Mengurangi Emisi Karbon

AsianScientist (24 November 2021) – Didukung sama modus operandi penerimaan alat perkakas (ML), pola gres meligat penciptaan mikroalga yg praktis lagi fungsinya, terlingkungi meminda karbonium dioksida selaku zarah berfaedah jangkung. Pendekatan tercatat dilaporkan bermutu Kimia Analisis sama paruh pengkaji berawal Institut Teknologi Bioenergi lagi Bioproses Qingdao berawal Akademi Ilmu Pengetahuan China (QIBEBT).

Jangan biarkan ukurannya mempermainkan Anda—mikroalga bisa jadi agak, prasaja, lagi mikrob bersel esa, walakin mereka tampak bermutu plural raut, tiap-tiap tambah beraneka warna tugas yg pandai mengarang soal gembung bermutu menempeleng soal kemasyarakatan lir transfigurasi hawa.

Mirip tambah dengan cara apa pohon memungut karbonium dioksida bagi mensintesis sukrosa, aplikasi metabolisme mikroalga pun selaku alamiah meminda karbonium dioksida selaku senyawa parak yg praktis bagi mengeluarkan mangsa, bibit menghanguskan lagi obat-obatan.

Saat kelompok menyidik gagasan bagi mendatangi kenetralan karbonium, tugas mikroalga tercatat berpotensi dimanfaatkan bagi merampingkan emisi karbonium dekat plural mode ilmu pisah lagi manufaktur. Tetapi tambah jutaan mikroalga yg menghuni bintang beredar ini, paruh intelektual belum memaklumi kelas mana yg memutar enteng mendaur tukas karbonium.

Untuk menyabitkan keistimewaan mikroalga lagi aplikasi metabolisme, organismus ini kebanyakan ditumbuhkan bermutu pembudidayaan unit makmal, walakin mode ini payah lagi boyak. Sebuah delegasi dekat QIBEBT sudah menebarkan gaya bagi meligat penciptaan mikroalga, mengumpulkan modus operandi investigasi ilmu pisah yg disebut mikrospektroskopi Raman lagi tulang-tulangan operasi komputasi bersumber pada ML.

Dalam mikrospektroskopi Raman, mikroalga lagi senyawa intraselulernya menebarkan sinar kesungguhan jangkung yg merembes terjemur ala bentuk ilmu pisah lagi korelasi molekulnya. Gelombang sinar Raman yg terhambur dikompilasi selaku cakupan simbol yg melahirkan tugas setiap bengkel unit, mengejawantahkan duet gambar—esa berawal zarah penyumbang ragam lagi esa berawal sarwa senyawa lainnya.

Sementara sepihak gembung pola berbasis Raman doang memutuskan esa berawal duet rajah, delegasi mengumpulkan gambar Raman bagi mengungkap pandangan menusuk atas metabolisme miroalga lagi menegakkan database cakupan Raman berawal makin berawal 9.000 unit.

Dengan memanfaatkan algoritme ML bagi mengekstrak model tambah deras berawal bahan, orde mengenali kelas lagi aplikasi metabolismenya tambah ketelitian 97 uang rokok, diuji akan mikroalga yg dikultur sebelumnya.

Sementara itu, bagi mikroalga yg bukan dikultur, paruh pengkaji membayar muslihat mereka tambah teknologi masase genom, menguraikan DNA kelas esa unit ala esa kala. Dengan sekuens berbobot jangkung, mereka pandai mengerat alam molekuler berawal setiap unit mikroalga, mengonsumsi kepandaian ML bagi berguru lagi menambah era makin berlimpah bahan dimasukkan ke bermutu orde.

“Pendekatan lengkap bagi mengenali lagi mengarang bentuk unit esa selaku metabolik tambah deras, berdisiplin yg dikultur ataupun bukan, bukan alang kepalang meligat penambangan lagi pemilahan bengkel unit mikroalga bagi perakitan karbon-netral,” cerita pengarang pewarta Dr. Xu Jian berawal QIBEBT.

Artikel tercatat pandai ditemukan dekat: Baladehi et al. (2021) Identifikasi Bebas Budaya lagi Profil Metabolik Sel Tunggal Mikroalga melompati Pembelajaran Ensemble Ramanom.

———

Sumber: Akademi Ilmu Pengetahuan China; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini bukan merepresentasikan tinjauan AsianScientist ataupun stafnya.

Blog