Mencetak Organ Sesuai Permintaan Dengan Bioink Aman

Mencetak Organ Sesuai Permintaan Dengan Bioink Aman

AsianScientist (17 Januari 2022) – Bioink melalui toksisitas yg berubah becus sebagai penukar mainan berarti maksud mewujudkan polikel beserta instrumen lingkungan yg harmonis melalui jasmani khalayak. Ini serta berpotensi menunjang berarti maksud penerapan klinis sepantun terapi kelainan, mengungkapkan temuan delegasi penelaah Korea Selatan-Selandia Baru yg diterbitkan dalam Bahan Fungsional Tingkat Lanjut.

Disebut-sebut selaku periode hadapan medis regeneratif, pencetakan 3D mengulurkan karet akademikus independensi buat mewujudkan reka bentuk yg runyam, tersebut instrumen rasio khalayak. Namun, buatan lembaran seringkali belaka sebagus mangsi yg digunakan. Jika mangsi enggak senang, tisu yg dicetak kuasa sebagai arsenik.

Bioinks bersendikan decellularized extracellular matrix (dECM)—polikel zat putih telur beserta fruktosa los unit yg runyam—becus mewujudkan lokasi polikel yg mempunyai mikroarsitektur lingkungan beserta kontributif buat metode biokimia.

Terlepas per waid mereka, mangsi berbasis dECM kesempatan ini mempunyai kemapanan yg jelek. Mereka acap membutuhkan aktivator cahaya ultraviolet (UV) berbisa beserta ramuan bibit parak buat memajukan kompetensi cap beserta skalabilitas. Selain itu, menokokkan anasir parak becus menyedikitkan biokompatibilitas polikel yg dibuat. Itu melelehkan warna bioaktif dECM sejati.

Mengambil sikap mengarah bioprinting yg bertambah senang, karet penelaah yg dipimpin sama Profesor Jang Jinah per Universitas Sains beserta Teknologi Pohang menggelar bioink dECM yg diaktifkan semarak melalui rutenium/sodium persulfat (dERS), melalui sitotoksisitas yg bertambah renek selaku istimewa. Alih-alih UV, rutenium/sodium persulfat (Ru/SPS) hidup selaku aktivator semarak, bereaksi melalui masam amino terbatas sepantun tirosin.

Karena bioink dECM mempunyai berlimpah zat putih telur yg menggiring tirosin, pengertian Ru/SPS mengadakan kenaikan pengikatan intern dalam tenggang atom tirosin. Berkat hubungan kunjung ini, dERS becus menyetarai biokompatibilitas beserta daya muat regeneratif dECM sejati, dengan mengharuskan ilmu ukur yg bertambah runyam.

Dengan bioink trendi, karet penelaah serta terima mewujudkan polikel kornea beserta dalaman, menjelang keluwesan beserta ketenangan pencetakan yg ditingkatkan. Mereka mengimplikasikan gatra mereka buat menunjang mengharuskan pembentukan polikel cap 3D yg becus diskalakan buat beraneka warna penerapan, per manusia mesin lintuh tumpu tiruan kelainan.

“dERS becus hidup selaku garis haluan buat membikin kemampuan karakteristik polikel buat unit yg dienkapsulasi beserta mewujudkan lokasi volumetrik sama rasio sentimeter,” cakap Jang. “Teknologi ini menelanjangi rintis trendi buat penerapan berarti maksud terapi regeneratif.”

Artikel tercantum becus ditemukan dalam: Kim et al. (2021) Bioinks berbasis bagan ekstraseluler deseluler yg diaktifkan semarak buat serupa polikel volumetrik atas rasio sentimeter.

Blog