Menyapu Sampah Luar Angkasa (VIDEO)

Menyapu Sampah Luar Angkasa (VIDEO)

AsianScientist (17 Juli 2021) – Jika Anda memonitor besot berkelap-kelip dalam angkasa senja, probabilitas Anda kagak memonitor kartika, tapi bintang beredar hasil orang.

Dari halte pengembara cakrawala tumpu drone, paruh peneroka suah merilis beribu-ribu bintang beredar ke sirkuit perlahan Bumi—ketinggian tumpu 2.000 kilometer dalam untuk satah bahar—menggunakannya mendapatkan menggerebek informasi satelit beserta mendukung prediksi hawa. Secara menguntungkan, unit telekomunikasi pula mengapalkan informasi mengarungi bintang beredar, merangkaikan bentala mengarungi sebaran radio beserta kemungkinan Internet.

Dari 5.000 bintang beredar yg momen ini mengelilingi, rendah berawal 2.000 yg jalan, temporer sisanya dibiarkan selaku kotor yg memampatkan modus operandi awam antariksa. Saat mereka melalui kurung cakrawala beserta kemajuan jangkung, kian berawal tunggal juta buah reruntuhan mampu menerpa materi beda, mematikan urusan pendalaman kurung cakrawala beserta terlepas mendapatkan mempersiapkan kian inklusif petikan.

Para akademikus gamang bahwa konglomerasi kontaminasi kurung satu musim tulat bakal menghasilkan tumbukan puing-puing—sebuah faal yg disebut Sindrom Kessler—ikut Ms. Ai Makino, Chief Information Officer industri keberlanjutan kurung cakrawala Astroscale.

“Sabuk yg dibentuk sama materi maupun bagian materi dalam seputar Bumi ini bakal merisaukan aplikasi pengembara cakrawala dalam abad permulaan beserta mengosek keuntungan yg aku sambut berawal pelayanan pengembara cakrawala bagai GPS, peninjauan hawa, beserta administrasi mala,” tambahnya.

Di Astroscale yg berkantor tengah dalam Jepang, awak penghapusan kurung cakrawala lagi lubuk pinggan urusan mendapatkan mencegah terjadinya Sindrom Kessler. Untuk mengekalkan bumi sirkuit, Makino beserta rekannya membentangkan teknologi mendapatkan membinasakan puing-puing, mewujudkan hal usaha dagang yg menunjukkan, beserta menggunakan pereka cipta kecendekiaan semesta.

Salah tunggal rencana kabir mereka ialah End-of-Life Services sama protes Astroscale (ELSA-d), yg diluncurkan Maret 2021 lampau. Untuk menggerebek puing-puing pengembara cakrawala, perubahan sepasang bintang beredar dirancang mendapatkan melekat atas bilangan titi yg disebut pelo gudi dalam bintang beredar tuntutan. Setelah mendekat, teknologi transportasi menyusul mampu mengerutkan petikan prinsipil ini timbul berawal sirkuit beserta menghancurkannya momen menuruti ulang sikap Bumi.

“Kami bakal lari ke pengembara cakrawala beserta menjumpai bintang beredar yg urung maupun bintang beredar yg suah tamam abad pakainya. Kami membawanya timbul berawal modus operandi sehingga kagak mematikan bintang beredar rancak lainnya, ”terma Makino.

Setelah mengecek bahwa pelayanan konklusi abad mengenakan mereka berproses, satuan kerja Astroscale waktu ini menyondong mendapatkan menghubungkan penyelesaian pelo gudi mereka atas bintang beredar modis yg kelar mendapatkan terlepas alas, hangat berawal industri maupun tubuh antariksa.

Ketika bintang beredar gagal maupun mencapai konklusi abad pakainya, Makino menafsirkan bahwa setip reruntuhan bakal dikirim mendapatkan mengecilkan sirkuit bintang beredar yg pepet ini, mengenali mereka mengarungi bilangan docking beserta selaku mendesak mencegah mereka selaku bumbu beda dalam gundukan kotor pengembara cakrawala.

Dengan kian berawal 10.000 bintang beredar yg dijadwalkan mendapatkan ditempatkan lubuk pinggan dasawarsa waktu yang akan datang, ELSA-d menggantikan desain proaktif mendapatkan membentengi kontaminasi orbital. Tetapi memperbaiki ekosistem pengembara cakrawala pula membutuhkan pengasingan puing-puing yg telah kedapatan dalam sirkuit, tokok Makino.

Dengan seperti itu, ekspansi lagi berlantas mendapatkan penyelesaian pemusnahan reruntuhan rancak yg mengasingkan kepentingan garis haluan docking mendapatkan menggerendel kotor antariksa yg kedapatan. Dalam hal docking beserta non-docking, Makino beserta satuan kerja beserta waspada menelaah dalam bekas informasi berkenaan lebuh pergerakan materi yg mengelilingi—terpenting materi yg berlepasan kagak tentu—mendapatkan pergi tumbukan momen mencapai beserta menggerebek puing-puing.

Dengan berteman beserta tubuh antariksa dalam sarwa bentala, Makino berserah mendapatkan mengaktifkan urusan keberlanjutan kurung cakrawala yg sejenis beserta usaha penghapusan rantau dalam rantau Bumi. Upaya kolaboratif ini, beserta radius umum Astroscale berawal Singapura tumpu AS, bukan alang kepalang prinsipil atas kagak kedapatan tunggal tubuh perakit yg menyandang kedaulatan kentara mendapatkan membanjarkan penerapan kurung sama orang.

Karena semakin inklusif umat menyadari pentingnya mengekalkan bumi pengembara cakrawala, Makino berbagi bahwa pelatihan semesta bagai yg diterbitkan sama Perserikatan Bangsa-Bangsa bukan alang kepalang prinsipil mendapatkan menolak manifestasi ekspansi kurung cakrawala yg bertanggung respons. Secara bersama-sama, Astroscale, ahli pengembara cakrawala, beserta unit rakyat beserta preman tiba berbuat mendapatkan menyembunyikan sirkuit Bumi.

“Ini ialah semata wayang kendaraan aku mendatangi bumi patokan yg mampu membentengi keberlanjutan sirkuit beserta ini menolak aku mendapatkan memonitor langkah-langkah berarti yg dibuat,” tokok Makino.


———

Hak Cipta: Majalah Ilmuwan Asia.
Penafian: Artikel ini kagak membayangkan penilaian AsianScientist maupun stafnya.

Blog