Pekerjaan Hilang, Kelas Menengah Afghanistan Terjerumus Ke berisi Kemiskinan, Kelaparan – The Diplomat

Pekerjaan Hilang, Kelas Menengah Afghanistan Terjerumus Ke berisi Kemiskinan, Kelaparan – The Diplomat

Belum periode ini, Ferishta Salihi serta keluarganya mempunyai kesibukan yg merdesa. Suaminya bertindak serta menangkap penghasilan yg juga. Dia becus mengirim seputar putrinya ke pondok pesantren preman.

Tapi saat ini, selepas suaminya kelenyapan pekerjaannya selepas Taliban menggutik tukar Afghanistan, dirinya dijajarkan bersama ratusan ahli Afghanistan lainnya, mengindeks ke Program Pangan Dunia (WFP) PBB bakal menyambut rezeki serta duit kontan yg hebat dibutuhkan keluarganya sahaja bakal bersitegang nasib.

“Kami sudah kelenyapan segalanya. Kami suah kelenyapan kelicikan,” istilah Salihi selepas pendaftarannya kelar. Bersamanya yakni puti sulungnya, Fatima yg berumur 17 tarikh, yg layak dirinya keluarkan per pondok pesantren. Dia kagak pandai menunaikan bayaran pada pondok pesantren preman, serta Taliban sejauh ini kagak memperkenankan anak dara cukup umur bakal kabur ke pondok pesantren global.

“Saya kagak gemar apa-apa bakal orang ego unik, ego sahaja gemar anak-anak ego menangkap penggodokan,” istilah Salihi.

Dalam perkiraan rembulan kala perniagaan Afghanistan menyurut, meluap tanggungan takat madya yg permanen penaka tanggungan Salihi terjerembab ke berisi keputusasaan, kagak tetap betapa mereka bakal menunaikan rezeki mereka berikutnya. Itulah galat se- stimulan Perserikatan Bangsa-Bangsa menambah peluit pada genting kelaparan, bersama 22 uang rokok per rakyat 38 juta suah sayup kelaparan serta 36 uang rokok lainnya menyambut kerawanan makanan genting – terpenting gara-gara umat kagak pandai memborong rezeki.

Menikmati risalah ini? Klik pada sini bakal berlangganan bakal kesempatan asak. Hanya $5 masing-masing rembulan.

Ekonomi suah bersoal pada landasan penguasa sebelumnya yg didukung AS, yg seringkali kagak angsal menunaikan karyawannya. Situasi ini diperparah sama endemi virus corona serta kekeringan yg merisau yg menganggung payu makanan. Sudah atas tarikh 2020, sayup sebelah per rakyat Afghanistan nasib berisi kesulitan.

Kemudian penutupan penanaman modal manjapada ke Afghanistan selepas penyamunan takhta sama Taliban atas 15 Agustus merampas ambal per landasan takat madya minim provinsi itu. Pendanaan semesta sudah menunaikan separuh muluk perkiraan penguasa—serta tanpanya, separuh muluk Taliban kagak pandai menunaikan penghasilan alias meluangkan waktu servis mahajana. Komunitas semesta belum melegalkan takhta Taliban, menuntut perdua bersemangat membengkokkan rezim yg kian penuh serta menjulang sahih kunci makhluk.

Bantuan semesta lagi mencetuskan proyek-proyek pada seantero wilayah yg meluangkan waktu tanah lapang kegiatan, yg separuh muluk saat ini ditunda. Bank-bank provinsi itu terpenggal per strata perbankan semesta, semakin menggeram bagian preman. Perekonomian provinsi diperkirakan menderita peregangan 40 uang rokok sahaja berisi tiga rembulan.

Rumah ambruk menyidik promosi total anak-anak yg ceking serta kesulitan zat makanan, separuh muluk per tanggungan termiskin pada provinsi itu yg sayup kagak angsal bersitegang nasib.

Sekarang keluarga-keluarga yg sudah menyidik arah pencaharian mereka yg dulu permanen cerai-berai lagi memperoleh orang mereka kagak mempunyai apa-apa serta layak menangkap modus operandi bakal menyelimuti bayaran rezeki, carter, serta bayaran terapi.

Suami Salihi sudah mewujudkan sekeliling 24.000 Afghan ($264) sebulan bertindak pada kompartemen penyediaan pada pejabat Bank Dunia pada Kabul. Tetapi selepas Taliban menggutik tukar takhta, Bank Dunia menendang proyeknya. Salihi, 39 tarikh, mengungkapkan suaminya diberitahu bakal kagak menjeru ke pejabat serta dirinya belum menyambut gajinya dari itu.

Sekarang dirinya yakni langka mata air perolehan tanggungan. Salah se- tetangganya mempunyai usaha dagang yg menjajakan polong, terang mereka menyodorkan sekantong polong bakal dikupas pada pejabat serta dirinya kelak menjajakan kulitnya untuk orang-orang yg menggunakannya bakal dibakar selaku target menyunu.

Suaminya, katanya, menghancurkan hari-harinya berdarmawisata pada sekeliling daerah bakal menangkap tugas. “Yang becus dirinya lakukan hanyalah menimbang jalanan bersama langkahnya,” katanya, mengonsumsi ungkapan bakal seseorang yg kagak diam hubungannya.

AS serta kontributor semesta lainnya membandarkan duit ke Afghanistan bakal perlindungan kemanusiaan menempuh badan-badan PBB, yg menandakan duit itu kagak hadir ke peti penguasa Taliban. Fokus ulung sudah atas ganda selarung. Program Pembangunan PBB, Organisasi Kesehatan Dunia, serta UNICEF bertindak bakal selaku serta merta menunaikan penghasilan tabib serta pembela pada seantero wilayah bakal menaungi bagian kebugaran mungkin kagak terbis. WFP, tengah itu, menyodorkan perlindungan kontan serta merta serta rezeki untuk tanggungan, bergerak menaungi mereka kukuh pada pada tirta.

WFP layak menambah programnya selaku menggemparkan. Pada tarikh 2020, menyodorkan perlindungan untuk 9 juta umat, ke atas per tarikh sebelumnya. Sejauh tarikh ini, total itu sudah menumpuk selaku sayup 14 juta, serta nilai itu menumpuk lancip setiap rembulan dari Agustus. Tahun muka, agensi tertera berniat bakal meluangkan waktu kian per 23 juta umat, serta dikatakan membutuhkan $220 juta masing-masing rembulan bakal melakukannya.

Menikmati risalah ini? Klik pada sini bakal berlangganan bakal kesempatan asak. Hanya $5 masing-masing rembulan.

Bukan sahaja yg termiskin per yg sengsara, umumnya berbasis pada mintakat pedesaan, yg membutuhkan perlindungan. “Ada takat urban hangat umat yg mencapai perian bahang bakal menangkap penghasilan … serta saat ini menyambut kelaparan bakal prima kalinya,” istilah Shelley Thakral, ahli perkataan WFP bakal Afghanistan.

“Orang-orang saat ini layak mengorek rezeki, mereka mencupaikan menyetubuhi serta emak tertekan menekan jatah menyetubuhi,” katanya.

Pekan silam, ratusan lelaki serta perempuan bersaf pada gimnasium pada dunia Kabul barat bakal menyambut penyaluran duit kontan – 3.500 afghanistan sebulan, sekeliling $38.

Nouria Sarvari, balu 45 tarikh yg mengantri, dulu bertindak pada Kementerian Pendidikan Tinggi. Setelah Taliban berpengaruh, mereka mendiktekan separuh muluk karyawan penguasa perempuan bakal duduk pada pejabat. Sarvari mengungkapkan dirinya belum menyambut penghasilan dari itu serta dirinya bergumul bakal meluangkan waktu rezeki pada pada kenap bakal ketiga anaknya yg tinggal duduk bersamanya.

Putranya yg berumur 14 tarikh, Sajjad, menjajakan kandi plastik pada rekan bersama kecil duit. Sarvari mengungkapkan bahwa dirinya bersangkut atas perlindungan per setangga. “Saya memborong per pemilik kios selaku nama. Saya berutang sejenis itu meluap untuk pemelihara kios, serta separuh muluk per apa pun yg ego song-song yaum ini sahaja bakal digunakan bakal menunaikan hutang ego.”

Samim Hassanzwai mengungkapkan hidupnya sudah menjelma jumlah sepanjang setahun bungsu. Ayah serta ibunya tewas gara-gara COVID-19, katanya. Ayahnya yakni seorang opsir pada lembaga agen serta ibunya yakni seorang pengalih bahasa bakal sebuah lembaga Amerika.

Hassanzwai, 29, sudah bertindak pada Kementerian Kebudayaan lamun belum menangkap penghasilan dari Taliban berpengaruh. Sekarang dirinya menganggur bersama kekasih serta tiga anaknya dan catur adinda perempuannya yg segalanya bersangkut padanya.

“Saya memiliki tugas, emak ego memiliki tugas, bapa ego memiliki darma. Kami hati-hati terus bersama duit,” katanya. “Sekarang segalanya suah kelar.”

Blog