Pendekatan Forensik Untuk Mendeteksi Perdagangan Kakatua Ilegal

Pendekatan Forensik Untuk Mendeteksi Perdagangan Kakatua Ilegal

AsianScientist (20 Agustus 2021) – Seperti bicara perbahasaan, buktinya bermukim dalam puding—maupun dalam isotop. Dengan membonceng penggalian isotop, biang ilmu lingkungan berawal University of Hong Kong (HKU) cakap mengambil keputusan apakah pelir yg diperdagangkan selaku sato piaraan sama dengan buatan pemijahan maupun mangsa berandalan. Temuan mereka dipublikasikan dalam Konservasi Hewan.

Di Hong Kong, pelir luar biasa semacam kakatua kucir asfar simpel dijual selaku sato piaraan. Meskipun burung-burung ini cakap dibesarkan selaku resmi sama penjaga rumahan, memunjung serupa yg selaku senyap-senyap diperdagangkan berawal perantau praja maupun disita berawal komunitas kakatua yg melambung santai lalu diperkenalkan dalam Hong Kong.

Namun, menderita bagi menyendirikan kakatua mangsa berandalan berawal rekan-rekan mereka dalam pemijahan cuma lewat melihatnya—artinya kakatua yg ditangkap selaku bawah tangan cakap dicuci dalam rekan resmi lewat mendesak bahwa mereka dibesarkan dalam pemijahan.

Oleh berkat itu, bermukim hajat bagi mengambil keputusan apakah seekor pelir berpokok berawal umbul-umbul maupun buatan pemijahan. Bagaimanapun, hasilnya berpotensi sebagai cena kancing batin hati mengambil keputusan apakah satu ekspor impor resmi maupun enggak.

Dipimpin sama Dr. Caroline Dingle, Direktur Laboratorium Forensik Konservasi HKU, kontingen mengadakan jalan penggalian isotop ala jambak berawal komunitas kakatua berandalan Hong Kong lalu ala jambak berawal kakatua piaraan yg dimiliki sama pribadi karakter bagi menyelidiki apakah antagonisme cermin menggarap terpantul batin hati ponten karbonium lalu nitrogen .

Secara idiosinkratis, kontingen mempergunakan rangkap mesin ilmu mayat perdana: penggalian isotop ajek (SIA) lalu isotop ajek idiosinkratis senyawa (CSIA), yg mengkaji ponten isotop yg tergantung lewat masam amino spesial. Mereka mencium bahwa ponten isotop karbonium lalu nitrogen yg ajek bersalah selaku relevan sela kakatua berandalan lalu pemijahan, menyuratkan pemakaian kualitas tumbuhan lalu zat putih telur yg bersalah batin hati konsumsi mereka.

Di saat front, alat penegak ketetapan cakap mempergunakan eksamen mereka bagi mengambil keputusan selaku menunjukkan apakah kakatua suah dibesarkan dalam umbul-umbul berandalan maupun dalam pemijahan.

“Perdagangan binatang berandalan resmi menciptakan keleluasaan bagi perdagangan binatang berandalan yg diperoleh selaku bawah tangan berkat menderita bagi menyendirikan resmi berawal produk yg dicuci. Hasil patik menyuratkan bahwa [isotope analysis] menyuguhkan mesin yg pintar belah pengaruh penguasa batin hati akal mereka bagi menyelenggarakan ekspor impor binatang berandalan,” bicara novelis mula-mula bersekolah Dr. Astrid Andersson.

Artikel tertulis cakap ditemukan dalam: Andersson et al. (2021) Analisis Isotop Stabil selaku Alat bagi Mendeteksi Perdagangan Ilegal Kakatua yg Sangat Terancam Punah.

———

Sumber: Universitas Hong Kong; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini enggak merefleksikan pendapat AsianScientist maupun stafnya.

Blog