Semprotan Sehari Mencegah COVID-19

Semprotan Sehari Mencegah COVID-19

AsianScientist (29 April 2021) – Saat vaksinasi diluncurkan dalam semua alam, getah perca jauhari sejak Singapura suah mencium bahwa basut wajar povidone-iodine maupun hidroksikloroquine verbal becus mencegah wabah mendapatkan tatkala kali. Temuan mereka dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Penyakit Menulars.

Meskipun vaksin COVID-19 dikembangkan bersama digunakan bermakna kali pendek, virus corona mau segera sebagai kerawanan kasar engat vaksinasi massal terima diterapkan dalam semua alam. Sampai itu terlaksana, intrusi kebugaran populasi bagai masking bersama social distancing stabil sebagai tunggal sikap yg ternyata mendapatkan merampingkan transmisi virus.

Dengan versi bersama gugusan segar yg bermunculan dalam semua alam, getah perca jauhari lagi berlangsung santer mendapatkan mencium fasilitas inventif mendapatkan menangkal virus. Di Singapura, barisan jauhari klinis meloncat ke terapi yg suah dicoba bersama diuji mendapatkan kelainan asing, terjumlah remedi malaria hydroxychloroquine, pengawahama povidone-iodine, remedi cacing gilig benalu ivermectin bersama makin gizi C sepuh yg berdisiplin.

Melakukan tes klinis selaku manasuka kepada 3.037 pegiat migran waras dalam kolong karantina, barisan sejak National University Hospital (NUH); Universitas Nasional Singapura (NUS); Institut Kanker Universitas Nasional, Singapura; bersama National University Heart Centre, Singapura memandu majemuk penggabungan remedi yg disebutkan dalam buat.

Dalam tes seumpama, setiap lunas kos selaku manasuka ditugaskan mendapatkan menyambut rejimen pencegahan 42 yaum berdisiplin hidroksikloroquine verbal, ivermektin verbal, bentakan koroh povidone-iodine, penggabungan ayan verbal / gizi C maupun cuma gizi C. diambil selaku tambahan makin sebelum wabah, digunakan selaku rintik rasio mendapatkan obat-obatan lainnya.

Meskipun secolek makin sejak setengah pegiat (55,4 tip) kesudahannya dinyatakan konklusif COVID-19, saluran peradangan makin pandak dalam renggangan mereka yg suah menghabiskan basut koroh hidroksikloroquine (49 tip) bersama povidone-iodine (46 tip). Sebagai rasio, 70 tip sejak mereka yg cuma memakai Vitamin C kesudahannya terkena.

“Ini yakni menggali ilmu mula-mula yg membuktikan fungsi pengobatan pencegahan per hidroksikloroquine verbal maupun basut koroh povidone-iodine bermakna merampingkan peradangan SARS-CoV-2 dalam renggangan perseorangan yg dikarantina yg bermukim dalam jagat yg bersimbur bersama terpapar jangkung,” bicara novelis istimewa Associate Professor Raymond Lihat sejak NUH bersama NUS Medicine.

Karena hydroxychloroquine bersama povidone-iodine per murah tersuguh bersama suah memutuskan kontur ketenangan, kedua remedi terkandung menyubstitusi program yg cukup mendapatkan mencegah transmisi COVID-19 perincian perseorangan yg bermukim dalam jagat yg bersimbur bersama terpapar jangkung. Menurut novelis, telaah makin tua becus berpusat ala buah remedi ala komunitas yg peka bagai persona sepuh maupun orang-orang per strata weduk yg lesu bersama kelainan penyerta bermakna jangka lengkung kali yg makin durasi.

“Obat-obatan yg bertumpu ini becus digunakan mendapatkan menyempurnakan langkah-langkah ketenangan yg bertumpu bermakna penyerasian dalam mana transmisi jangkung sembari menanti peluncuran vaksin,” Seet mengikatkan.

Artikel terkandung becus ditemukan dalam: Seet et al. (2021) Dampak konklusif sejak hidroksikloroquine verbal bersama basut koroh povidone-iodine mendapatkan profilaksis COVID-19: tes seumpama manasuka identitas tersingkap.

———

Sumber: Sistem Kesehatan Universitas Nasional. Foto: suplai kandl / Shutterstock.
Penafian: Artikel ini tiada merepresentasikan pendapat AsianScientist maupun stafnya.

Blog