Terapi Perhatian Penuh Membantu Membawa Zzz’s

Terapi Perhatian Penuh Membantu Membawa Zzz’s

AsianScientist (2 Agustus 2021) – Mengalami hal menggetok jerami? Menurut penyelidik semenjak Singapura, gerendel menurut molor semacam bocah mungkin yaitu pengobatan berbasis mindfulness. Temuan mereka dilaporkan pada Kedokteran Psikologi.

Mengingat heboh pikuk aktivitas kita sehari-hari, hal molor selaku semakin kasar pada segala bentala. Misalnya, pada Singapura cuma, sekeliling separuh semenjak komunitas insan kala mempernyatakan molor yg tak pas alias tak menggirangkan. Dengan molor yg inferior tercantel demi ihwal teruk semacam kelainan kardiovaskular serta usikan psikologis, meluaskan peringkat molor demi kencang selaku hal kebugaran puak.

Untuk membongkar-bongkar penghampiran pengganti melayani insomnia, National University of Singapore (NUS) serta Singapore General Hospital bercantum menurut menggali daya penyelenggaraan berbasis kesadaran. Seperti namanya, mindfulness menyeret-nyeret ketertarikan alias kesadaran bakal paham, perasaan serta persepsi jasmani semenjak kali ke kali juga mendapat kemahiran ini minus pengukuran alias anggapan.

Dalam meriset mereka, kerabat kerja mengecek efektivitas Mindfulness-Based Therapy for Insomnia (MBTI) demi Sleep Hygiene, Education, and Exercise Program (SHEEP) beroperasi menurut mengerling penyelenggaraan mana yg cakap meluaskan rakitan molor atas 127 insan kala yg makin lanjut umur demi rintihan molor.

Di jarak akseptor berumur 50-80 warsa, 65 mendapat MBTI tengah 62 mencecap SHEEP semasih delapan minggu. Kursus MBTI merangkap sasana semacam mencuil demi padat ketertarikan, perenungan beristirahat, aliran sehat serta pemindaian jasmani, diikuti demi permufakatan fraksi mengenai kemahiran mereka semasih seminggu bungsu. Selain itu, akseptor diajari prevalensi molor yg beradat serta skema kepribadian menurut renovasi molor.

Sementara itu, pendidikan SHEEP mengamalkan penerangan akan akseptor mengenai biologi molor, peninjauan awak berkenaan kepribadian molor serta mengusulkan transfigurasi penting menurut meluaskan peringkat molor. Peserta pun merunut sasana yg meluaskan molor semacam fotosintesis diafragma, peregangan dini serta magrib yaum juga relaksasi urat maju.

Meskipun peringkat molor menumpuk selaku keutuhan, kerabat kerja mendapatkan bahwa MBTI makin sehat batin hati menyedikitkan fakta insomnia dari DOMBA. Secara individual, akseptor MBTI membutuhkan makin segelintir kali menurut tertidur serta membinasakan makin segelintir kali menurut mendusin pada sore yaum, tak semacam akseptor DOMBA.

“Insomnia payah tercantel demi hyperarousal, alias kehampaan menurut melumpuhkan organisasi ‘fight-or-flight’ kala waktunya menurut molor,” kentara cerpenis terbaik Asisten Profesor Julian Lim semenjak NUS. “MBTI mengonsumsi skema kepribadian menurut mengamankan prevalensi molor yg inferior selaku serentak, semacam … gaya ketertarikan menurut menyediakan insan demi skema yg makin kenyal menurut mengalami paham yg disfungsional alias mendorong.”

“[MBTI] menampilkan kebolehjadian pengganti yg sahih menurut insan yg pernah mudarat alias tak menyimpan terusan ke pengobatan takdir front penongkat. Perawatan sewarna itu cakap diberikan batin hati fraksi pada batin hati serta pada perantau jagat medis, mengamalkan konstituen puak demi hal molor yg makin gampang serta terusan yg makin efektif menurut membongkar-bongkar sumbangsih, ”pungkasnya.

Artikel cakap ditemukan pada: Perini et al. (2021) Terapi Berbasis Perhatian menurut Insomnia menurut Orang Dewasa yg Lebih Tua Dengan Kesulitan Tidur: Uji Coba Klinis Acak.

———

Sumber: Universitas Nasional Singapura; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini tak merefleksikan tatapan AsianScientist alias stafnya.

Blog